Skip to content

Kebun Binatang Surabaya Jadi BUMD

March 8, 2012

diambil dari http://nasional.jurnas.com

Tim Pengelola Sementara (TPS) telah mempersiapkan status Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota Surabaya. Sehingga tangung jawab KBS seperti makanan satwa, lingkungan, karyawan KBS, dan apa pun yang terkait dengan KBS menjadi tanggung jawab pemerintah. Terungkap anggaran operasional KBS ketika menjadi BUMD kurang lebih sekitar Rp1,3 miliar.

Asisten II Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jatim, Hadi Prasetyo, usai menemui LSM di Kantor Gubernur Jl Pahlawan, Surabaya, Rabu (7/3) mengatakan, menurut keputusan Kemenhut pada tanggal 19 Januari 2012, TPS merupakan tim pengelola sementara KBS yang mempersiapkan kebun binatang ini secepatnya menjadi BUMD Pemkot Surabaya. Ini karena aset KBS sebagian besar milik pemerintah kota juga milik masyarakat Surabaya.

Tanggung jawab dan tugas Pemkot Surabaya dalam upaya mempersiapkan menjadi BUMD yakni mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur sarana dan prasarana yang memadai. Karena setelah surat izin konservasi dari Kemenhut dan BUMD-nya jadi KBS secepatnya akan diserahkan ke Pemkot Surabaya.

“Memang SDM KBS kurang profesional tetapi TPS tidak akan memberhentikan karyawan yang sudah ada. TPS nantinya malah akan memberi ilmu tambahan bagaimana cara merawat dan memelihara satwa yang baik dan profesional itu,” kata Hadi.

Sementara itu Wakil TPS KBS Tonny Somampou mengatakan, mau tidak mau KBS sampai saat ini masih menjadi primadona atau ikon salah satu tempat tujuan wisata masyarakat Indonesia khususnya di Jawa Timur. KBS saat ini telah memiliki koleksi 220 jenis spesies atau 4.020 ekor lebih satwa, seperti mamalia, karnifora, reptil, unggas, ikan dan berbagai jenis tumbuhan serta aneka ragam bunga.

“Dari jumlah tersebut KBS sebenarnya sesuai dengan prinsip konservasi sudah over capasity. Oleh sebab itu sebagian harus ditukar atau dipindah ketempat ke lembaga lain yang membutuhkannya. Yang harus segera dipindahkan sekitar 1.000 satwa,” katanya.

Bila dibandingkan dengan lahan konservasi Taman Safari Prigen seluas 178 hektare, hanya memuat 1.500 satwa. Sementara KBS yang hanya memiliki luas lahan 15 hektare memelihara satwa 4.025 ekor. “KBS sudah sangat overload. Lahan cuma 15 hektare, jumlah satwa 4.025. Lahan konservasi itu pun dikurangi untuk lokasi bangunan kantor, jalan dan sekretariatan lainnya,” katanya.

Kebun binatang ini harus dipertahankan keberadaannya karena selain sebagai tempat wisata, KBS juga berperan sebagai tempat pendidikan, penangkaran dan penelitian sebagai lembaga konservasi pelestarian satwa. Oleh sebab itu dengan rencananya KBS menjadi BUMD akan lebih baik lagi dari sekarang. Kota Surabaya akan mampu mengubah KBS lebih baik dari sebelumnya. Diharapkan Pemkot Surabaya secepatnya mengambil terobosan agar permasalahan KBS segera selesai.

KBS sendiri, tiap bulan mendapatkan laba bersih dari penjualan karcis sebesar Rp100-200 juta. Hanya uang tersebut habis untuk meningkatkan sarana di KBS. Di KBS, saat ini terdapat 34 satwa yang dalam perawatan karena sakit dan berumur tua.

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: